Aku adalah Murata, anggota klub ekiden universitas. Aku tinggal di asrama ini bersama anggota klub lainnya dari universitas yang sama. Total ada sekitar 10 anggota klub. Bukannya kami tidak akur, tapi sejujurnya aku tahu kalau aku tidak bisa membaur dengan mereka. Sederhananya, mereka semua adalah ekstrovert (you-kya), dan aku adalah introvert (in-kya). Tapi hidup di asrama ini menyenangkan. Itu semua berkat keberadaan Minato-san, sang ibu asrama. Dia ceria, ramah, dan memperlakukanku tanpa membeda-bedakan. Dia cantik, dan payudaranya sangat besar, sejujurnya aku sudah berkali-kali menjadikannya bahan fantasi saat masturbasi. Di sisi lain, teman-teman ekstrovert itu sering menggoda dan memperlakukan Minato-san dengan sembarangan. Mereka meremas payudaranya dengan santai. Aku sangat iri melihat payudara besar dan lembut yang diremas-remas oleh semua orang, tapi aku tidak punya keberanian untuk melakukannya sendiri. Hal maksimal yang bisa kulakukan hanyalah ikut bergabung saat mereka mengerumuni dan meremasnya, lalu menyentuh payudaranya secara diam-diam. Payudara raksasa yang selama ini aku kagumi secara rahasia, aku nikmati kelembutannya sambil gemetar, berbaur di antara tangan-tangan kasar mereka. Dengan sisa sensasi yang tertinggal di tanganku, aku melakukan onani sendirian secara sembunyi-sembunyi. Inilah kisah hari di mana aku, berkat sisa-sisa dari para ekstrovert itu, akhirnya bisa melakukan seks sisa dengan Minato-san yang aku idam-idamkan.