Musim panas tahun 2026. Setelah 10 tahun tidak bisa pulang ke kampung halaman karena sibuk belajar untuk ujian dan sekolah. Di tengah berkumpulnya seluruh keluarga, Hana-chan yang lebih tua, yang sudah aku kagumi sejak kecil, sedang menatap ke luar dengan bosan sambil menggerak-gerakkan kaki telanjangnya yang panjang dari balik rok mini. Melihat sosoknya membuatku teringat masa lalu. Sejak kecil, Hana-chan sangat ramah, menggemaskan, dan tidak menjaga jarak, sehingga aku selalu memandangnya dengan tatapan mesum. Di tengah situasi itu, hanya ada aku dan Hana-chan di rumah. Hana-chan yang basah kuyup karena hujan tiba-tiba memancarkan aura seksualitas dan aroma wanita yang sangat nyata. Aku yang benar-benar kehilangan akal sehat tanpa sadar membenamkan wajahku di payudaranya. Aku mengira akan dimarahi, tapi entah mengapa Hana-chan menerimanya. Terbawa suasana, aku menjilat kaki telanjangnya, menjilat memeknya dari atas celana dalam, dan meremas-remas payudaranya. Dengan senyum iblis kecil, Hana-chan menerima semua tindakan mesumku dan bahkan mengeluarkan erangan. Masih ada satu hari lagi sebelum Hana-chan pulang. Karena tidak bisa menahan diri, aku melakukan seks dengannya berkali-kali.