Produsen
"Hanya tetangga biasa" —— seharusnya aku berpikir begitu. Percakapan biasa, tatapan biasa, semuanya perlahan-lahan mulai memiliki makna yang spesial. Justru karena terlalu dekat, aku tidak bisa melarikan diri. Justru karena sudah mengetahuinya, aku tidak bisa melupakannya. Hari-hari yang biasa berubah warna, dan rahasia antara kami berdua semakin membesar. Ketegangan yang mencekam dan gelombang emosi yang tak terbendung terus menerus datang, hingga tanpa sadar aku terjerumus ke dalam pusaran perselingkuhan.