Impian Karen akhirnya terwujud dengan menjadi seorang guru dan untuk pertama kalinya ia dipercaya menjadi wali kelas. Namun, sifatnya yang terlalu serius dan tekanan karena statusnya sebagai guru baru justru menjadi bumerang. Karena terlalu bersemangat dalam membimbing murid-muridnya, ia sering kali terlalu jauh mencampuri urusan mereka. Semangat yang meluap-luap ini akhirnya memicu antipati dari beberapa orang tua murid yang menganggapnya sok tahu. Hingga akhirnya, ketidakpuasan para orang tua murid meledak. Setelah rapat orang tua selesai, Karen dikepung oleh para orang tua yang telah menunggunya dan dipaksa masuk ke dalam ruang kelas. Seolah ingin membungkam mulutnya yang sok tahu, mereka pun menghujamkan kontol-kontol liar mereka ke dalam memeknya...