Sudah 15 tahun aku menikah, menjadi ibu rumah tangga yang selalu berada di rumah. Entah sejak kapan, aku mulai diabaikan oleh suami dan anakku. Bahkan di PTA yang kuikuti hanya karena terbawa suasana, aku terus diberi beban pekerjaan. Aku menjalani hari-hari yang terasa kering, baik sebagai manusia maupun sebagai wanita. Namun, rutinitas membosankan itu hancur berkat Pak Guru Saji yang baru menjabat. Pertemuanku dengannya mengubah rapat PTA bulanan menjadi sesuatu yang kunantikan. Setiap kali kami bertemu secara rahasia, aku teringat kembali sisi wanitaku yang tertidur jauh di dalam lubuk hati, dan aku jatuh ke dalam kenikmatan. Meskipun aku tahu itu salah, aku tidak bisa menghentikannya, dan bahkan sekarang aku masih menjilat kontolnya dengan rakus...