Setiap kali dihantam, aku kehilangan jati diriku. Klimaks tanpa akhir yang terukir melalui lubang pantat.
Di dalam ruangan yang remang-remang, tercium aroma gairah pria dan keringat manis yang menguap dari tubuh yang menyerupai wanita. "Ketenangan palsu" dari dirinya yang berperilaku manis sebagai seorang trap, hancur seketika oleh panas yang keras yang menyerbu tanpa ampun ke bagian terdalamnya. Suara vulgar "kuchuri..." saat selaput lendir bertemu dengan massa panas membelah keheningan. Setiap kali lubang pantatnya ditembus dan dikorek, insting masokis yang selama ini disembunyikan mengalir seperti darah panas ke seluruh tubuh. Napas panas "haah... haah..." yang menggetarkan tenggorokannya, perlahan berubah menjadi erangan yang tak terucapkan, dan ujung jari putih yang ramping mencakar sprei dengan tak berdaya.
Hantaman yang mendorong ke atas memukul prostat dan otak secara langsung. Pada saat itu, dia menyadari bahwa dirinya bukan lagi seorang "pria", melainkan telah diubah menjadi "betina" yang hanya melahap kenikmatan. Kontol yang menegang di selangkangannya, seolah melambangkan kontradiksi antara penghinaan dan kenikmatan, berkedut-kedut ke udara kosong mengabaikan kehendaknya sendiri. "Ah, aaah...!" Pinggulnya gemetar hebat, dan kesadarannya mulai memutih. Stimulasi yang melampaui batas menghantam pusat saraf, penglihatannya menjadi putih, dan matanya terbalik. Sosok yang memutar bola mata dan mengalami kejang di seluruh tubuh itu adalah rekaman momen ketika peri cantik tenggelam dalam lumpur bernama masokisme dan hancur sepenuhnya. Butiran keringat yang mengalir di kulit bersinar seperti mutiara saat terkena cahaya, dan di setiap tetesnya terkonsentrasi akal sehat yang dia buang serta klimaks yang dia pilih. Hari ini pun, dia menunjukkan wajah ahegao, dan sebagai budak kenikmatan yang tak tertahankan, dia jatuh lebih dalam ke dalam jurang.