Manabu bertemu dengan Aki, seorang wanita cantik yang ia kenal melalui aplikasi kencan. Meskipun merasa gugup karena Aki ternyata jauh lebih cantik daripada di fotonya, jarak di antara mereka segera terkikis berkat makan malam dan minuman. Karena suasana menjadi terlalu panas, mereka melewatkan kereta terakhir dan terpaksa pergi ke hotel. Sambil menceritakan kesehariannya yang terasa hampa, Aki yang memiliki senyum manis ternyata menyembunyikan jati diri sebagai penggila seks yang tidak bisa menahan nafsunya. Dimulai dari ciuman yang dalam, belaian yang seolah melahap seluruh tubuh, hingga siksaan dengan mainan seks, Manabu terjebak dalam putaran kenikmatan neraka di mana ia terus diminta untuk berhubungan seks tanpa henti. "Jangan dulu!" seru Aki, tidak membiarkan Manabu berhenti sampai seluruh air maninya diperas habis. Sebuah karya mengejutkan yang menggambarkan malam penuh dosa dan kegilaan.