Saat pulang sekolah, aku menemukan seorang murid yang dibully dalam keadaan basah kuyup dengan celana yang robek-robek. Karena khawatir, aku membawanya pulang, memberinya pakaian ganti, dan menenangkannya.
"Kenapa Ibu Guru begitu baik padaku?"
"Tidak apa-apa. Aku tahu kok. Ibu Guru sangat menyukaiku, kan?"
Murid itu salah mengira kebaikanku sebagai perasaan cinta...
"Membiarkanku masuk ke rumah berarti Ibu Guru sedang menggodaku, kan?"
"Aku juga akan memberanikan diri untuk memenuhi harapan Ibu Guru."
Karena genjotan piston masa pubertas yang mengamuk, ditambah lagi aku sudah lama tidak berhubungan seks, tanpa sadar aku malah merasa nikmat meskipun diperkosa.
"Lihatlah~, Ibu Guru merasa senikmat ini~"
"Ternyata Ibu Guru memang ingin berhubungan seks denganku ya~"
Sejak hari itu, aku menjadi peliharaan masokis untuk pelampiasan seksnya.
1. Perkosaan psikopat dengan delusi penyakit remaja (chuunibyou).
2. Pelatihan gila & isap kontol sampai telan peju.
3. Seks stamina tinggi yang membuat Miu benar-benar terjerumus.
4. Seks psikopat timbal balik yang saling menginginkan dan mencintai.
"Ibu Guru selalu ingin diperkosa olehku, kan?"
"Karena aku masih muda, aku bisa memperkosamu berkali-kali."
"Ibu Guru tidak akan terangsang kalau tidak diperkosa, kan?"
Pada akhirnya, di ujung cinta yang terdistorsi, aku terus-menerus diperkosa dengan crot di dalam...