Hari-hari bahagiaku hancur karena orang itu...
Suami baru ibuku adalah pria paruh baya menjijikkan yang terobsesi dengan seragam sekolah.
Ibuku terlihat sangat bahagia tanpa mengetahui hal itu.
Tapi aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaan ibu...
"Karena kamu akan jadi anakku, tidak apa-apa kan kalau aku sebagai ayahmu memakanmu lebih dulu daripada pacarmu!"
Hari-hari penuh penghinaan yang tidak bisa kuceritakan pada siapa pun... hari-hari di mana aku terus diperkosa secara sembunyi-sembunyi dari penglihatan ibu dan pacarku.
Kontradiksi yang menghinakan di mana tubuhku justru bereaksi meskipun telah diperkosa berkali-kali.
Padahal di dalam hati aku benar-benar membencinya,
tapi aku justru merasa nikmat dengan kontol kotor ayah tiri sampah itu.
Apakah ini memang karena genetik dari ibuku...