Sang kakak dianggap menjijikkan dan dijauhi oleh adik perempuannya. Para adik perempuan menggunakan kakak mereka sebagai objek 'hukuman' dalam permainan untuk bersenang-senang bersama teman-temannya. Hukuman pertama dimulai dengan hal ringan, yaitu mengangkat rok dan memperlihatkan celana dalam di depan mata sang kakak. Namun, karena suasana semakin memanas, isi hukuman menjadi semakin berat: mulai dari isap kontol... main jari... hingga seks! Sang kakak hanya menerima semua tindakan itu tanpa benar-benar mengerti artinya. Namun, lama-kelamaan ia mulai merasa bergairah, dan permainannya menjadi semakin agresif! Meskipun awalnya dianggap menjijikkan, kini sang kakak berada dalam kondisi 'kontol populer' yang berubah drastis! Meskipun adiknya biasanya sombong dan menyebalkan, sejujurnya sang kakak merasa bersyukur karena adiknya memberikan 'hukuman' yang begitu nikmat!