Di sekolah tempatku bertugas tahun ini, kelas yang kuampu penuh dengan murid nakal dan hampir hancur, membuat mentalku berada di batas maksimal. Di tengah situasi itu, Itsukaichi-san yang pendiam namun serius mendengarkan pelajaran adalah oase bagi hatiku. Suatu hari di kereta komuter, seorang gadis berseragam masuk tepat di depanku. Aroma rambut yang manis, paha yang mengintip dari rok yang agak pendek. Karena stres, penilaianku menjadi tumpul, dan aku mulai melakukan tindakan pelecehan di dalam kereta yang padat. Ini adalah kekuatan yang tak terelakkan dari kereta yang penuh sesak...! Sambil meyakinkan diri sendiri, tanganku tidak bisa berhenti. "Ini pelecehan, lho... Tapi, kalau cuma sedikit tidak apa-apa, Pak Guru." Orang yang dengan lembut menggenggam tanganku yang sedang melecehkan dan menerimanya adalah muridku, Itsukaichi-san—