Aku terus-menerus dihina olehnya. Itu karena kontolku kecil. Apa pun yang kulakukan selalu dipandang rendah, dan hubungan kami pun menjadi dingin. Ya, semua itu hanya karena kontolku yang kecil. Karena itulah, aku memberikan sugesti kepadanya. Agar kontol yang terlihat di matanya tampak seperti batang raksasa, dan dia bisa merasakannya. Kini semua posisi telah berbalik. Saat melihatnya dia terpesona, saat dimasukkan dia mengerang kesakitan sekaligus nikmat. Sebagai balasan atas perlakuan dingin selama ini, inilah pembalasan batang besar yang memuaskan. Tenang saja, aku telah mengaturnya agar dia merasa batang itu semakin besar seiring berjalannya waktu. Pada akhirnya, dia mencapai klimaks dengan hebat sambil berteriak "aku sudah tidak kuat lagi!". Padahal hanya dengan kontol kecil yang menyedihkan ini. Mengerti kau, hah!