Saki menjadi korban pelecehan seksual di dalam kereta saat perjalanan pulang dari kelas balet. Sebagai seorang ballerina, tubuh Saki sangat lentur hingga membuat para pelaku pelecehan terangsang dan terus menyentuh area kewanitaannya sambil memaksanya melakukan berbagai pose lentur. Dibuat klimaks dalam posisi yang memalukan seperti itu membuat Saki merasakan sensasi malu sekaligus kenikmatan terlarang, hingga ia mulai menyadari sisi masokis dalam dirinya. Berkat teknik jari para pelaku, ia menjadi basah dan mencapai orgasme berkali-kali, bahkan di malam hari ia mulai melakukan onani karena teringat kejadian itu. Apakah ini kenyataan? Ataukah hanya khayalan? Saki yang dikelilingi oleh sekelompok pria mesum, dipaksa membuka area kewanitaannya hingga 180 derajat dan mendapatkan fingering yang intens. Karena sifatnya yang serius dan pendiam, ia sering kali diperkosa di tempat umum baik saat masih mengenakan seragam sekolah maupun leotard, mulai dari di dalam kereta hingga di perpustakaan, hingga akhirnya ia jatuh dalam kenikmatan klimaks yang dipaksakan!