Aku sudah lama menyukai Mio, teman masa kecilku.
Hubungan kami terasa seperti lebih dari teman, tapi belum menjadi kekasih... hubungan seperti itu terus berlanjut.
Mio punya kebiasaan buruk dengan kakinya (sering mengangkat kaki).
Padahal dia memakai rok mini, tapi... celana dalam (panty) nya terlihat jelas.
"Mio, bagian dalam rokmu terlihat lho."
"Kamu selalu saja melihat celana dalamku, ya."
Be-benar juga, mungkin karena aku terlalu penasaran sehingga selalu melihatnya...
Karena aku terlalu sadar akan panty-shot itu, Mio mulai mempermainkanku.
Di ruang kelas setelah pulang sekolah, dengan terang-terangan,
Mio memprovokasi dengan memamerkan celana dalamnya.
Saat jari kakinya menggesek area selangkanganku, seketika rasioku hancur!!
Begitu aku dijepit oleh paha montok dan lembutnya...
Aku tidak tahan lagi, lalu menggeser celana dalamnya dan memasukkan kontolku dengan mantap.
Aku menghujamkan batangku berkali-kali ke bokong lembut dan kenyal itu... plak plak plak plak...
Ruang kelas, ruang kesehatan, tangga, perpustakaan, ruang klub...
Strategi godaan panty-shot Mio yang semakin menjadi-jadi.
Menyebalkan sekali karena dia tidak pernah mengambil inisiatif untuk memulainya sendiri...
Dia benar-benar mempermainkan cinta dan nafsu birahiku... arghhhhh!!