Katanya keponakan-keponakanku mau datang berkunjung saat liburan musim panas...
Aku dipaksa menerimanya, merepotkan sekali...
Sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu mereka... aku bahkan tidak ingat wajah mereka.
Yuna dan Mion.
Kakak beradik keponakanku.
Begitu ya, aku hanya tahu mereka saat masih bocah,
ternyata mereka sudah tumbuh sebesar ini.
Celana dalamnya... terlihat.
Ternyata mereka masih anak-anak ya.
Aku yang jadi bergairah melihat celana dalam bocah,
apakah aku ini seorang lolicon...
Selama mereka berdua ada di sini,
aku tidak bisa pergi ke tempat prostitusi dan rasa sange-ku tidak bisa berhenti.
ーーーーーーーーーーー
Aku terlanjur mengulurkan tangan ke celana dalam keponakanku...
*endus-endus... haah-haah...*
Gawat, celana dalamnya malah menutupi wajahku.
Aku jadi seperti topeng mesum.
Ah, perasaan berdosa ini... *coli-coli-coli-coli*
"Hei, Paman, sedang apa?"
Aku ketahuan oleh Yuna... tamatlah aku.
"Kira-kira apa yang terjadi kalau aku bilang ke Papa?"
Oh, dia mengancamku...
"Aku akan merahasiakannya, jadi ayo lakukan hal mesum dengan Yuna."
Eh, boleh?
Tapi aku hanya bisa menurut pada kemauan keponakanku.
Belum tumbuh bulu,
mulus sekali.
Masih anak-anak? Ini kan kriminal.
Eh, mau dilakukan tanpa kondom... berat sekali! Ah, mau keluarーー!!
A-aku malah crot di dalam.
ーーーーーーーーーーー
Saat aku sedang mencuci piring di dapur,
"Hei, kemarin Paman melakukan hal mesum dengan Yuna, kan?"
Eh, ketahuan??
Kali ini benar-benar tamat... kalau aku diadukan, hidupku hancur.
"Kakak saja curang..."
Eh, ciuman...
Ternyata mereka benar-benar bersaudara... gumpalan nafsu seksual.
Tunggu, Yuna ada di ruang tamu.
Mion berpura-pura keren padahal dia gadis mesum.
Tubuh montok masa pubertasnya tak tertahankan.
Mion juga mulus, ini yang terbaik.
Jepitannya gila... ah, mau keluar lagiーー!!
Aku malah crot di dalam ke kedua keponakanku.
ーーーーーーーーーーー
Akhirnya, ketahuan kalau aku berhubungan seks dengan mereka berdua.
Setelah dicap sebagai paman lolicon,
aku kehilangan kendali, kontolku digenggam,
dan aku menghabiskan hari-hariku dalam seks harem inses dengan kedua keponakanku.
Meskipun penampilannya masih kekanak-kanakan,
ternyata tubuh mereka sudah bisa melahirkan anak.
Bagaimana kalau mereka hamil... tidak apa-apa, kan?